PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah memisahkan aset infrastruktur jaringan senilai Rp 85,7 triliun kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang nantinya bisa digunakan oleh lebih banyak pelaku industri.
Infranexia akan mengelola 90 persen lebih aset infrastruktur jaringan Telkom, mencakup 112 ribu kilometer jaringan fiber optik dan 26 ribu km sistem komunikasi kabel laut (SKKL) domestik.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno memaparkan, pemisahan aset jaringan infrastruktur senilai Rp 85,7 triliun ini telah mendapat persetujuan pemegang saham independen dalam RUPS-LB pada Rabu (30/9), dan dilanjutkan dengan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) antara Direktur Utama Telkom dengan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.