Dampak asap akibat masifnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu operasional layanan penerbangan di Kalimantan.
Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan mencatat 180 penerbangan terdampak sepanjang 28 September hingga 4 Oktober 2026 di Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Utara (Kaltara)
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menyampaikan jumlah penerbangan yang terdampak berkurang dibandingkan periode sebelumnya.