Genap satu tahun sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku di Jalur Gaza, pada 10 Oktober 2025, masa depan penarikan pasukan militer Israel, pemulihan pemerintahan, hingga rekonstruksi wilayah yang dijanjikan bagi warga Palestina masih belum terwujud.
Meski seluruh tawanan Israel telah dibebaskan, serangan militer Israel terus berlanjut. Penarikan pasukan mengalami kemunduran, sementara jutaan warga Palestina masih hidup dalam pengungsian di tengah puing-puing reruntuhan.
Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat semula dirancang secara bertahap untuk menghentikan perang yang membara sejak 8 Oktober 2023.