Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti pentingnya perlindungan anak di tengah laju perkembangan kecerdasan buatan (AI) global. Ia menilai teknologi ini membawa risiko yang kompleks terhadap anak.
"Teknologi terus berkembang, termasuk AI. Perlindungan anak juga harus terus bergerak mengikuti perkembangan tersebut," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Rabu (7/10).
Meutya menilai AI memiliki karakter yang berkembang lintas platform dan lintas negara, oleh sebab itu perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu negara secara sendiri.