Para pakar hukuman mati menilai rencana militer Amerika Serikat (AS) menyiarkan langsung eksekusi mati Nidal Hasan bisa menjadi siaran eksekusi legal pertama yang pernah diketahui.
Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS, dijadwalkan dieksekusi regu tembak pada 3 Desember. Ia divonis bersalah membunuh 13 orang dalam penembakan di Fort Hood pada 2009, dikutip Reuters, Jumat (9/10).
Eksekusi umumnya digelar di balik tembok penjara. Selama bertahun-tahun, platform internet dan pemerintah berupaya membatasi peredaran video eksekusi yang mengandung kekerasan.