Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyerukan penghentian pernikahan anak dan peningkatan investasi untuk memenuhi hak anak perempuan dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional, Minggu (11/10).
Guterres menyebut setiap tiga detik, pernikahan anak merenggut masa kecil seorang anak perempuan. Menurutnya, satu dari lima anak perempuan di seluruh dunia menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.
Praktik tersebut dinilai mengancam pendidikan, kesehatan, dan keselamatan jutaan anak perempuan.