Perum Bulog meningkatkan produksi beras komersial kualitas premium sebanyak 300 ribu ton hingga Desember 2026. Langkah itu untuk meredam laju kenaikan harga beras di pasaran, khususnya di ritel modern dan pasar swalayan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan intervensi ini dilakukan menyusul lonjakan harga beras di tingkat konsumen yang dipicu tingginya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.
Menurut Rizal, berdasarkan data BPS, kenaikan harga beras yang bertahan dari awal tahun umumnya didominasi oleh beras premium.